Home / Blog / Ragam Tradisi Menjelang Imlek, Penuh Makna dan Filosofis

Ragam Tradisi Menjelang Imlek, Penuh Makna dan Filosofis

Tahun Baru Cina atau yang sudah kita kenal sebagai Tahun Baru Imlek biasanya juga disebut sebagai Festival Musim Semi. Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Cina selalu berubah setiap tahun tetapi umumnya selalu jatuh di periode antara 21 Januari hingga 20 Februari. 

Tahun ini, Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Menjelang perayaan ini, masyarakat Tionghoa sudah mulai melakukan berbagai persiapan yang sarat akan makna dan juga filosofis. Mereka biasanya melakukan beragam tradisi sebagai bentuk penyambutan tahun baru.

Selain itu tradisi yang dilakukan menjelang Imlek sebagai bentuk harapan akan keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan di tahun yang akan datang. Ini juga merupakan salah satu perayaan budaya terpenting dalam kalender lunar. Oleh karena itu biasanya berbagai persiapan dilakukan sebelum hari raya tersebut tiba.

Tradisi Menjelang Imlek

Berikut ini beberapa aktivitas yang umum dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek.

1. Membersihkan Rumah Menjelang Imlek

Salah satu tradisi Imlek yang ada di Indonesia yaitu membersihkan rumah. Tradisi ini dipercaya dapat membuat seluruh energi buruk yang menghalangi jalan masuk keberuntungan. Kegiatan ini biasanya dilakukan satu hari sebelum harinya. 

Membersihkan rumah secara simbolis dilakukan untuk membuang hal-hal lama dan memberi ruang bagi energi baru. Pembersihan rumah ini dilakukan secara menyeluruh mulai dari mengepel lantai, mengelap perabotan, hingga membersihkan sudut-sudut rumah yang jarang tersentuh.

Hal tersebut dianggap sebagai simbol untuk mengusir kesialan serta energi buruk dari tahun sebelumnya. Dalam budaya Tionghoa, mereka percaya bahwa kesialan bisa tersangkut di rumah sehingga perlu dibersihkan secara menyeluruh sebelum tahun baru tiba.

Di sisi lain, ada aturan atau pantangan terkait aktivitas membersihkan rumah ini. Setelah tahun baru tiba khususnya hari pertama tidak diperbolehkan menyapu atau membuang sampah. Ini dianggap dapat membuang keberuntungan yang baru saja masuk ke dalam rumah. 

2. Memasang Dekorasi Merah

Dekorasi merah yang meriah dan menghiasi setiap jalan, etalase, dan rumah menandakan Tahun Baru Imlek sudah dekat. Warna merah sendiri diasosiasikan dengan kekayaan dan keberutungan. Menurut mitologi Tahun Baru Imlek, dekorasi digantung untuk mengusir Nian atau monster mirip singa yang takut dengan warna merah.

Warna merah umumnya mendominasi dekorasi Imlek. Warna ini melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari roh jahat. Dekorasi ini biasanya berupa lentera merah, kertas berisi kaligrafi, dan ornamen-ornamen tradisional untuk menghiasi rumah atau tempat umum. 

Di beberapa daerah di China, hari liburnya disebut juga sebagai Festival Musim Semi dengan rangkaian bunga cerah dan pohon dan buah-buahan yang menerangi rumah dan jalan. Sementara di Korea ada dekorasi burung bangau yang melambangkan umur panjang serta burung murai yang melambangkan keberuntungan. 

3. Memasang Gambar Dewa Pintu

Dewa Pintu atau yang dikenal dengan mén shén berasal dari Dinasti Tang yang dipercaya melindungi rumah dari roh jahat. Dewa Pintu ini merupakan penjaga pintu masuk dan merupakan salah satu dari dewa yang paling populer bagi orang Tiongkok kuno.

Gambar dewa ini biasanya dipasang berpasangan, salin berhadapan di pintu rumah saat Imlek. Dewa ini dipercaya bisa melindungi rumah dari roh jahat serta bertujuan menjaga keselamatan serta membawa keberuntungan keluarga dan melindunginya di tahun mendatang.

4. Belanja dan Memasak Hidangan Spesial

Dalam tradisi Imlek makanan memiliki peran penting. Warna Tionghoa biasanya membeli bahan-bahan makanan spesial jauh-jauh hari untuk memastikan semuanya tersedia menjelang makan malam bersama keluarga yang diadakan pada malam tahun baru.

Hidangan yang disiapkan pun memiliki makna simbolis. Misalnya, ikan yang melambangkan kelimpahan, sementara pangsit yang berbentuk seperti emas batangan melambangkan kekayaan. Kue keranjang atau dodol Cina juga menjadi hidangan wajib yang melambangkan hubungan keluarga yang erat dan kehidupan manis di tahun baru.

Selain itu, persiapan makanan ini juga menjadi waktu berharga bagi setiap keluarga untuk berkumpul bersama dan berbagi cerita serta kenangan. Aroma masakan khas Imlek juga bisa menciptakan suasana haru yang tak tergantikan.

5. Berdoa dan Mengunjungi Kelenteng

Salah satu tradisi yang tidak boleh ditinggalkan yaitu mengunjungi kelenteng untuk berdoa. Tradisi ini dilakukan untuk menunjukkan rasa syukur dan memohon berkah di tahun yang baru. Warga Tionghoa membakar hio dan berdoa kepada dewa-dewa, memohon keberuntungan, kesehatan, dan kedamaian. 

Mengunjungi kelenteng ini biasanya dilakukan bersama keluarga untuk menciptakan momen kebersamaan yang bermakna. Selain itu, beberapa keluarga juga menyempatkan diri untuk menyekar ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa mereka.

Berdoa di kelenteng juga dianggap sebagai cara untuk menguatkan harapan dan keyakinan bahwa tahun yang baru akan membawa kehidupan yang lebih baik bagi seluruh keluarga.

PT. Jaya Mas Mandiri Plus

Address

PT. Jaya Mas Mandiri Plus