Dalam operasional bisnis retail, F&B, hingga layanan jasa, struk pembayaran merupakan bukti transaksi yang sangat penting. Namun, banyak pemilik bisnis pemula sering terjebak dan salah saat membeli jenis kertas struk. Tak hanya itu, terkadang mereka juga kebingungan saat printer kasir tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Di pasaran terdapat banyak jenis kertas struk dengan berbagai keunggulan dan harga yang berbeda-beda. Berbagai macam kertas tersebut biasanya untuk mencetak struk pembayaran atau penerimaan. Memahami jenis kertas dan cara mencetak di printer kasir bukan hanya soal teknis. Tetapi juga soal efisiensi biaya dan citra profesional.
Artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai jenis kertas struk serta cara mencetaknya di printer kasir. Simak pembahasan berikut agar tidak salah membeli kertas struk kasir. Selain itu juga cara mencetak kertas struk di mesin printer kasir agar tidak terjadi kendala selama pelayanan.
Mengapa Memilih Jenis Kertas Struk Sangat Penting?

Kertas struk bukan sekadar kertas biasa. Penggunaan jenis kertas struk yang tidak sesuai dengan kebutuhan ataupun dengan spesifikasi printer yang ada bisa menyebabkan berbagai kendala teknis.
Bagi kasir atau pemilik bisnis yang salah dalam memilih kertas struk bisa menyebabkan kerusakan head printer. Hal ini karena kertas yang terlalu kasar atau tebal bisa memperpendek umur printer. Selain itu, jenis kertas struk yang memiliki kualitas buruk akan menghasilkan cetakan yang pudar.
Beberapa kertas struk tidak tahan panas atau cahaya yang bisa membuat bukti transaksi hilang dalam hitungan hari. Selain itu, salah memilih jenis kertas struk akan menyebabkan pemborosan biaya. Misalnya salah membeli ukuran berarti kertas tersebut tidak bisa digunakan sama sekali.
Jenis Kertas Struk yang Populer
Berikut ini berbagai kertas struk yang umum dan populer dipakai untuk kebutuhan kasir di Indonesia.
1. Kertas Thermal

Kertas thermal ialah jenis kertas struk yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Jenis kertas ini memiliki lapisan bahan kimia khusus yang akan berubah warna menjadi hitam saat terkena panas daru thermal head printer. Kertas ini memiliki kelebihan yang tidak ada pada kertas struk lainnyan.
Kertas thermal tidak membutuhkan tinta atau pita (ribbon) untuk menghasilkan teks atau gamabar. Jenis kertas ini, proses cetaknya juga sangat cepat sehingga lebih efisien untuk sistem kasir yang serba cepat. Namun, kertas thermal juga memiliki kelembahan yaitu hasil cetakan yang bisa pudar seiring berjalannya waktu jika terkena paparan sinar matahari atau disimpan terlalu lama.
2. Kertas HVS (Bond Paper)
Berbeda dengan kertas thermal, kertas HVS memerlukan tinta atau pita (ribbon) untuk mencetak. HVS ialah kertas yang memiliki tekstur seperti kertas tulis biasa namun dalam bentuk roll. Kertas ini biasanya untuk mencetak struk atau dokumen yang membutuhkan kualitas cetak yang baik.
Keunggulan utama struk yang menggunakan kertas HVS ini adalah hasil cetak yang sangat awet (permanen) dan tidak pudar. Namun, kekurangannya yaitu printernya cenderung lebih berisik dan biaya operasional lebih tinggi karena harus membeli ribbon secara berkala.
3. Kertas NCR
Kertas NCR merupakan kertas yang terdiri dari beberapa lapisan (2 ply atau 3 ply). Jenis kertas ini memungkinkan untuk mencetak satu kali namun dapat menghasilkan salinan otomatis di lembar bawahnya tanpa memerlukan karbon manual. Umumnya, kertas struk ini banyak kita temukan di bengkel, pusat grosir, atau bisnis yang membutuhkan salinan struk untuk arsip internal dan pelanggan sekaligus.
Cara Mencetak Berbagai Jenis kertas Struk di Printer Kasir
Ketiga jenis kertas struk di atas menggunakan jenis printer yang berbeda dalam proses mencetaknya. Kertas thermal biasanya menggunakan printer thermal yang dapat menghasilkan panas. Sementara, kertas struk HVS dan NCR menggunakan printer dot matrix yang menggunakan pita (ribbon) sebagai sumber tintanya.
Berikut ini panduan untuk mencetak struk kasir baik di printer thermal dan printer dot matrix.

1. Mencetak Struk dengan Printer Thermal
Sebelum mencetak, langkah yang paling krusial adalah memasang kertas thermal di printer dengan benar. Meski terlihat mudah, masih banyak yang salah dalam memasang kertas thermal di printer. Berikut ini cara mencetak struk dengan printer thermal.
- Buka tutup printer.
- Masukkan gulungan kertas ke dalam kompartemen dengan ujung kertas menghadap ke arah Anda.
- Pastikan sisi sensitif kertas yang licin atau mengkilap menghadap ke arah thermal head.
- Sisakan sedikit ujung kertas di luar dan tutup dengan rapat.
- Setelah kertas terpasang dan perangkat sudah terhubung, proses cetak akan otomatis melalui aplikasi kasir.
- Selesaikan transaksi penjulan di aplikasi.
- Klik tombol bayar atau cetak struk, dan printer akan mengeluarkan kertas secara otomatis.
2. Mencetak Struk dengan Printer Dot Matrix
Mencetak struk menggunakan printer dot matrix memerlukan perlakuan khusus karena printer ini bekerja dengan sistem mekanik jarum yang memukul pita (ribbon) ke atas kertas. Jenis printer ini sangat cocok untuk struk dari kertas HVS atau NCR. Berikut ini langkah-langkah untuk mencetak struk dengan printer dot matrix.
- Persiapan hardware, pastikan kabel data/USB sudah terhubung ke komputer dan pita tinta terpasang dengan benar.
- Instal dirver printer dot matrix yang sesuai dengan perangkat komputer.
- Lakukan pengaturan kertas melalui contro panel > devices and printers > klik kanan printer > printing preferences atau printer properties untuk mengatur ukuran kertas.
- Atur default printer dengan klik kanan printer dot matrix dan pilih Set as default printer.
- Cetak dari Aplikasi yaitu dengan pilih cetak (print) dokumen yang akan dipilih.

