Tahap mengirim amplop lamaran kerja perlu menjadi perhatian khusus. Hal ini bisa menentukan bagaimana perekrut/HRD akan memproses data dalam berkas lamaran tersebut. Namun, banyak pelamar yang melakukan kesalahan yang dapat mengurangi peluang mereka lolos.
Dalam tahan rekrutmen sebuah pekerjaan, kualifikasi dan pengalaman memang penting. Tak jarang, pelamar yang menyadari bahwa berkas yang mereka kirimkan juga menjadi penilaian penting. Saat mengirim amplop lamaran kerja harus benar-benar memperhatikan kerapian dan dan kelengkapan berkas.
Artikel ini akan membahas mengenai 8 kesalahan umum yang banyak pelamar lakukan saat mengirim amplop lamaran kerja. Baca juga Tips Mengirim Surat Lamaran Kerja dengan Amplop Putih Polos agar tidak salah dalam mengirimkan surat lamaran kerja.
7 Kesalahan Mengirim Amplop Lamaran Kerja

Banyak pelamar kerja yang tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini. Meskipun terlihat sepele, kesalahan ini dapat memengaruhi hasil rekrutmen.
1. Tidak Memeriksa Berkas yang Dikirim
Kesalahan paling umum yang banyak pelamar kerja lakukan saat mengirim amplop lamaran kerja yaitu tidak memeriksa kelengkapan berkas yang mereka kirim. Sebelum mengirim berkas lamaran, ada baiknya untuk mengecek kembali kelengkapan berkas sesuai persyaratan dari perusahaan.
Pastikan juga bahwa HRD bisa dengan mudah mengakses berkas yang Anda kirim. Seringkali amplop tertutup dengan rapat sehingga menyulitkan mereka untuk memeriksanya. Hal ini juga dapat mengurangi kesempatan pelamar untuk menjadi kandidat pilihan.
2. Mengabaikan Instruksi Perusahaan
Kesalahan berikutnya yang masih sering terjadi yaitu banyak pelamar yang tidak membaca instruksi yang tercantum dalam pengumuman lowongan kerja. Hal ini bisa menjadi penghalang besar untuk berkas lamaran diterima oleh HRD.
Umumnya perusahaan sudah memberikan arahan mengenai bagaimana mereka ingin menerima berkas lamaran. Biasanya sudah ada ketentuan-ketentuan dalam mengirimkan lamaran pekerjaan. Jika pelamar mengabaikan instruksi tersebut, dapat menimbulkan kesan ketidakseriusan pada posisi pekerjaan yang mereka lamar.
3. Surat Lamaran dan CV Tidak Sesuai
Terkadang pelamar mengirimkan surat lamaran dan CV secara massal untuk kemudahan dan kecepatan. Padahal ini tidak bagus untuk proses rekrutmen yang profesional. Mengirimkan berkas lamaran yang bersifat umum tanpa menyesuaikan dengan posisis yang dilamar adalah kesalahan besar.
Sebelum mengirim amplop lamaran kerja, pastikan untuk menyesuaikan surat lamaran dan Curriculum Vitae (CV) sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang perusahaan minta. Dengan begitu akan menunjukkan keseriusan Anda degan posisi yang perusahaan buka.
4. Tidak Memeriksa Ejaan dan Tata Bahasa
Tata bahasa dan Ejaan dalam amplop lamaran kerja juga sangat penting. Kesalahan dalam penulisan dapat memberikan kesan kurang profesional. Sebelum mengirim berkas lamaran, pastikan untuk memeriksanya dengan teliti.
Kesalahan penulisan berkas lamaran bisa menjadi nilai minus. Sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kaidah agar terlihat lebih profesional jika tidak ada instruksi menggunakan bahasa Inggris. Jika masih tidak yakin, mintalah bantuan profesional untuk memeriksa berkas lamaran Anda.

5. Lupa Mencantumkan Posisi
Kesalahan umum yang sering terjadi yaitu pelamar lupa mencantumkan posisi yang mereka lamar. Padahal ini adalah hal yang tidak boleh terlewatkan dan wajib ada di amplop maupun di surat lamaran kerja.
Ketika tidak menuliskan posisi yang Anda lamar dapat membuat HRD bingung. Hal ini bisa berujung pada lamaran Anda yang sia-sia dan tidak akan diproses lebih lanjut. HRD lebih menyukai berkas lamaran yang lengkap dengan detail-detail kecil yang tidak terlewat.
6. Identitas Tidak Lengkap
Data pengirim atau pelamar saat mengirim lamaran kerja harus lengkap dan detail. Lupa mencantumkan nama dan nomor telepon sendiri akan menyulitkan HRD menghubungi Anda. Ini bisa mengakibatkan lamaran tidak diproses lebih lanjut.
Pastikan informasi kontak seperti alamat email, nomor telepon, atau alamat rumah jelas tercantum dalam berkas lamaran. Jika perusahaan ingin menghubungi untuk wawancara, mereka dengan mudah menemukan informasi yang diperlukan.
7. Amplop Kotor dan Kusut
Menggunakan amplop yang kotor dan kusut juga akan memberikan kesan tidak profesional dan tidak serius. HRD akan menganggap Anda hanya bercanda dengan lamaran pekerjaan yang Anda kirim.
Selain itu juga perlu memperhatikan amplop lamaran kerja dapat memuat semua berkas lamaran. Sebaiknya pilih amplop yang memiliki ukuran yang sesuai dengan ukuran berkas lamaran yang akan Anda kirimkan.

8. Tulisan Tangan Tidak Rapi
Jika mengirimkan amplop lamaran kerja menggunakan tulisan tangan, pastikan mudah dibaca. Tulisan yang berantakan akan menyulitkan tim HRD dalam menyortir. Jika memang ketentuan dari perusahaan harus menggunakan tulisan tangan, pastikan untuk menulisnya dengan rapi.
Namun, jika perusahaan tidak memberikan aturan khusus, sebaiknya menggunakan surat lamaran yang diketik. Dengan begitu surat lamaran akan lebih mudah dibaca dan terlihat lebih rapi.

