Home / Blog / HRD Langsung Melirik! Ini Urutan Berkas Lamaran Kerja

HRD Langsung Melirik! Ini Urutan Berkas Lamaran Kerja

Melamar pekerjaan bukan hanya soal memiliki pengalaman dan kemampuan yang sesuai dengan posisi yang dilamar. Cara menyusun berkas lamaran kerja juga menjadi salah satu hal yang sering diperhatikan oleh HRD. Berkas yang tersusun rapi menunjukkan bahwa pelamar memiliki ketelitian, profesionalisme, dan keseriusan dalam mengikuti proses rekrutmen.

Sayangnya, masih banyak pencari kerja yang asal memasukkan dokumen ke dalam amplop tanpa memperhatikan urutannya. Akibatnya, HRD harus membuka dan mencari dokumen satu per satu, yang tentu membuat berkas terlihat kurang profesional dibandingkan pelamar lain yang lebih rapi.

Meskipun saat ini banyak perusahaan menerima lamaran secara online, masih ada instansi, perusahaan, dan pabrik yang meminta berkas fisik. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui urutan berkas lamaran kerja yang benar agar dokumen mudah diperiksa dan memberikan kesan positif kepada HRD.

Berikut urutan berkas lamaran kerja yang umum digunakan dan disarankan.

1. Pas Foto Terbaru

Gunakan pas foto terbaru dengan penampilan rapi dan profesional. Ukuran foto yang diminta dapat berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan, biasanya ukuran 3×4 atau 4×6 dengan background yang sesuai (biru/merah). Letakkan di sudut kanan atas map dengan menggunakan paper clip.

2. Fotokopi KTP

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) umumnya juga menjadi salah satu syarat yang sering diminta dalam lamaran kerja. Sertakan fotokopi KTP yang ukurannya sesuai dengan ukuran aslinya, difotokopi di lembar ukuran A4. Fotokopi KTP ini tidak perlu diperbesar, yang penting jelas dan tidak buram.

3. Surat Lamaran Kerja

Dokumen ini menjadi pengantar yang menjelaskan posisi yang dilamar, identitas pelamar, serta alasan mengapa Anda tertarik bergabung dengan perusahaan tersebut. Karena menjadi dokumen pertama yang dibaca HRD, pastikan surat lamaran ditulis dengan bahasa yang sopan, jelas, dan profesional. Gunakan format yang rapi serta hindari kesalahan penulisan agar memberikan kesan yang baik sejak awal.

4. CV atau Daftar Riwayat Hidup

CV berisi informasi mengenai data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, sertifikasi, dan informasi pendukung lainnya yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Dokumen ini menjadi salah satu bagian yang paling sering diperhatikan oleh HRD karena memberikan gambaran singkat mengenai profil pelamar. Pastikan CV dibuat ringkas, mudah dibaca, dan menampilkan informasi yang relevan dengan pekerjaan yang dituju.

5. Fotokopi Ijazah dan Transkrip Nilai

Lampirkan ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir. Untuk membuat transkrip nilai lebih stand out buat satu dokumen lampiran tambahan untuk memberikan highlight mata kuliah yang relevan dengan posisi yang dilamar.

6. SKCK

Lampirkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) yang masih aktif sebagai salah satu berkas pendukung lamaran kerja. SKCK merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh Polri untuk menunjukkan catatan kepolisian seseorang dan sering menjadi persyaratan dalam proses rekrutmen.

SKCK memiliki masa berlaku selama 6 bulan sejak tanggal penerbitan. Jika masa berlakunya hampir habis, dokumen tersebut dapat diperpanjang sebelum kadaluarsa. Namun, apabila SKCK sudah melewati masa berlaku atau hilang, pemohon harus membuat SKCK baru.

7. Surat Keterangan Sehat

Surat keterangan sehat merupakan dokumen yang menunjukkan bahwa kondisi fisik pelamar layak untuk bekerja. Banyak perusahaan menjadikannya sebagai salah satu syarat rekrutmen untuk memastikan calon karyawan memenuhi standar Kesehatan yang dibutuhkan. Dokumen ini dapat diperoleh melalui puskesmas, klik, atau rumah sakit yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan.

8. Kartu Kuning

Kartu Kuning atau AK-1 (Kartu Tanda Pencari Kerja) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh Dinas Ketenagakerjaan sebagai bukti bahwa seseorang sedang mencari pekerjaan. Dokumen ini memiliki masa berlaku selama 2 tahun sejak tanggal penerbitan.

Untuk membuat Kartu Kuning, Anda dapat mendaftar secara online melalui Karirhub Kemnaker, kemudian mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

9. Surat Keterangan Pernah Bekerja

Jika Anda memiliki pengalaman kerja sebelumnya, sebaiknya lampirkan surat rekomendasi atau surat referensi dari perusahaan tempat Anda bekerja. Dokumen ini dapat menjadi nilai tambah karena menunjukkan rekam jejak dan kinerja yang baik selama bekerja. Namun, bagi fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, surat rekomendasi ini tidak wajib disertakan dalam berkas lamaran.

10. Fotokopi Sertifikat Pendukung

Jika memiliki sertifikat pelatihan, kursus, seminar, atau sertifikasi profesi yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar, lampirkan. Sertifikat dapat menjadi nilai tambah karena menunjukkan kompetensi dan kemampuan tambahan yang dimiliki pelamar. Pilih sertifikat yang paling relevan dengan posisi yang dituju agar berkas tetap ringkas dan fokus.

Gunakan Amplop Lamaran yang Tepat

Selain urutan berkas, pemilihan amplop juga tidak kalah penting. Gunakan amplop yang sesuai ukuran dokumen agar berkas tidak terlipat atau rusak. Pastikan amplop dalam kondisi bersih dan rapi.

Tulis identitas diri, posisi yang dilamar, serta tujuan pengiriman dengan jelas pada bagian depan amplop sesuai ketentuan perusahaan. Amplop yang rapi akan memberikan kesan profesional sebelum HRD membuka isi berkas lamaran.

Gunakan Amplop J-Plus untuk kebutuhan lamaran kerja, surat menyurat, dan dokumen penting lainnya. Kunjungi website J-Plus sekarang untuk melihat pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

PT. Jaya Mas Mandiri Plus

Address

PT. Jaya Mas Mandiri Plus