Tradisi berbagi amplop lebaran atau yang biasa kita kenal sebagai THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Indonesia. Momen ini merupakan yang paling dinantikan oleh anak-anak dan kerabat sebagai bentuk kasih sayang serta kebersamaan dalam keluarga.
Di balik lembaran uang baru yang mengkilap dan amplop warna-warni, tersimpan makna kasih sayang, apresiasi setelah sebulan penuh berpuasa. Memberikan amplop lebaran juga mencerminkan nilai-nilai kedermawanan dan kepedulian terhadap sesama yang sejalan dengan semangat berbagi di bulan kemenangan.
Banyak orang terkadang masih bertanya-tanya kapan sebenarnya waktu yang paling tepat untuk membagikan amplop lebaran ini. Apakah harus tepat setelah salat Id, saat open house, atau justru sebelum hari raya tiba? Artikel ini akan membahas mengenai momentum terbaik untuk berbagai THR.
Waktu yang Tepat Berbagi Amplop Lebaran
Waktu untuk berbagi amplop lebaran sebenarnya fleksibel, namun ada beberapa momentum yang biasanya dipilih oleh masyarakat Indonesia.
1. Setelah Salat Idulfitri
Ini merupakan waktu yang paling umum dan dianggap paling sakral. Setelah salat Id dan khotbah selesai, biasanya keluarga akan berkumpul untuk melakukan sungkeman atau saling bermaaf-maafan. Waktu ini sangat cocok dilakukan di lingkup keluarga inti atau keluarga besar yang tinggal serumah atau berdekatan.
Setelah sungkeman, suasana emosional sedang berada di puncaknya. Terlebih anak-anak biasanya sudah menanti momen ini dengan antuasias. Momen berbagi THR ini juga bisa mencairkan suasana untuk kembali lebih ceria setelah suasana haru karena bermaaf-maafan.

2. Setelah Acara Halalbihalal
Banyak keluarga yang tidak bisa bertemu di hari pertama karena harus berbagi waktu dengan keluarga pasangan atau bahkan mudik ke kota lain. Karena itu, acara halalbihalal atau open house diadakan beberapa hari setelah lebaran menjadi waktu yang tepat.
Momen ini sangat ideal untuk kerabat jauh atau kolega yang berkunjung ke rumah. Suasana pembagian amplop lebaran pada momen ini akan lebih santai dan terorganisir. Anda bisa menyiapkan dalam jumlah banyak sekaligus untuk dibagikan kepada keponakan, saudara jauh, hingga tetangga.
3. Sebelum Lebaran
Sebagian orang memilih membagikan amplop lebaran atau THR sebelum hari H, terutama kepada keluarga inti, asisten rumah tangga, atau bahkan tetangga yang membutuhkan. Ini juga bisa bersifat bantuan atau apresiasi kerja daripada tradisi seru-seruan.
Memberikan uang THR sebelum lebaran juga bisa meringankan beban keluarga. Uang tersebut akan sangat berguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan perayaan lebaran seperti baju baru atau bahan makanan. Sehingga kebahagiaan juga bisa dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.
Pembagian THR di momen ini juga bisa mempererat ikatan keluarga. Momen berbagi ini dapat memperkuat hubungan serta menciptakan momen berkesan yang tak terlupakan di hari Idulfitri. Selain itu juga sebagai bentuk rasa hormat kepada orang tua dan kasih sayang kepada saudara, sekaligus menanamkan nilai berbagi kepada anak-anak sejak dini.
4. Saat Mudik ke Kampung Halaman
Bagi para perantau momen berbagi amplop lebaran ini seringkali terjadi saat mereka tiba di kampung halaman. Biasanya momen ini terjadi beberapa hari sebelum atau sesudah Idulfitri. Momen berbagi ini bisa memberikan kesan “pulang membawa berkah” bagi keluarga di desa.
Memberikan THR atau berbagi rezeki saat pulang kampung (mudik) bagi perantau merupakan tradisi yang sarat makna, baik secara sosial maupun spiritual. Hal ini bukan sekadar pamer kesuksesan melinkan bentuk wujud kasih sayang dan tanggung jawab.
Etika Berbagi Amplop Lebaran
Dalam berbagi THR terdapat etika-etika dasar yang tidak tertulis. Hal ini untuk menjaga agar niat baik kita tidak disalahartikan yang justru bisa menimbulkan rasa tidak enak. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan membagikan uang THR.
- Kesetaraan dan Keadilan
Saat memberikan THR sebaiknya dengan nominal yang sama untuk anak-anak di jenjang usia yang setara. Misalnya, semua anak SD mendapatkan jumlah yang sama agar tidak muncul rasa iri yang justru akan membuat gaduh suasana. Hal ini juga bisa menimbulkan masalah keluarga di kemudian hari.
- Gunakan Amplop yang Menarik
Menggunakan amplop yang unik dan menarik tidak hanya menjaga kesopanan misalnya agar nominal uang tidak terlihat. Hal ini juga untuk memberikan elemen kejutan bagi anak-anak. Bagi anak kecil menggunakan amplop custom yang lucu akan lebih menarik perhatiannya sehingga lebih antusias.
- Sisipkan Pesan Edukasi
Saat memberikan amplop ada baiknya untuk menyisipkan pesan singkat sebagai bentuk nasihat atau apresiasi. Misalnya dengan berkata “Ini hadiah karena kamu pintar berpuasa satu bulan penuh tahun ini ya. Jangan lupa ditabung sebagian.”
- Jaga Privasi
Ketika ingin memberikan nominal yang lebih besar kepada saudara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, sebaiknya dilakukan secara personal. Hal ini agar tidak menyinggung harga diri mereka di depan banyak orang serta agar tidak menimbulkan rasa iri di antara keluarga yang lain.
Kesimpulan
Berbagi amplop lebaran adalah tradisi mulia untuk merayakan kemenangan spiritual dengan cara berbagi kebahagiaan materi. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah ketika silaturahmi terjadi secara langsung baim tepat setelah salat Id maupun saat acara halalbihalal.

