Dalam bidang logistik, pergudangan, hingga retail, penggunaan label barcode merupakan elemen vital yang sangat krusial. Namun, banyak pelaku bisnis pemula maupun operasional yang seringkali terjebak dalam kebingungan saat harus memilih antara label thermal dan semicoated.
Memilih jenis label thermal dan semicoated bukan hanya masalah efisiensi biaya, tetapi juga risiko kehilangan data penting. Bayangkan jika label resi pengiriman Anda memudar sebelum sampai ke tangan pelanggan, atau label inventaris gudang hilang tulisannya hanya dalam hitungan bulan.
Artikel ini akan memberikan pembahasan tentang perbedaan kedua jenis label barcode tersebut agar Anda dapat memilih yang tepat untuk bisnis.
Apa Itu Label Thermal dan Semicoted?

Banyak orang menggunakan kedua jenis kertas label ini untuk berbagai kebutuhan. Sebelum kita mengetahui perbedaannya mari kita simak pengertian dan teknologi yang ada pada label thermal dan semicoated ini.
1. Label Thermal
Lebel thermal merupakan label yang terbuat dari jenis kertas Thermal. Thermal label bekerja dengan teknologi direct thermal. Kertas ini memiliki lapisan kimia khusus yang sensitif terhadap panas. Karena sifat thermalnya, label thermal hanya dapat dicetak menggunakan printer khusus yaitu printer thermal.
Saat kepala cetak printer thermal (print head) memanas, lapisan kimia ini bereaksi dan berubah warna menjadi hitam, membentuk teks atau gambar. Proses mencetak thermal label tidak memerlukan tinta, pita (ribbon), atau toner. Hal inilah yang membuat jenis kertas label ini sangat populer untuk kebutuhan cepat seperti cetak resi pengiriman e-commerce.
2. Label Semicoated
Label semicoated adalah jenis label berbahan kertas yang permukaannya telah memiliki lapisan (coated) untuk memberikan hasil cetak yang lebih halus dan mengkilap. Jenis label ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan label secara umum. Berbeda dengan thermal label, jenis ini tidak memiliki lapisan kimia sensitif panas.
Untuk mencetak di atas label semicoated, Anda masih memerlukan media perantara yaitu ribbon. Printer akan memanaskan ribbon (biasanya jenis wax atau wax resin). Tinta pada ribbon tersebut akan berpindah serta melekat kuat pada permukaan kertas semicoated. Jenis label ini dapat dicetak menggunakan berbagai jenis printer.
Perbedaan Label Thermal dan Semicoated

Berikut ini beberapa perbedaan kedua jenis label berdasarkan lima faktor utama seperti ketahanan, biaya, kemudahan penggunaan, hasil cetak, dan aplikasi penggunaan.
1. Ketahanan Hasil Cetak
Thermal label memiliki ketahanan yang cukup panjang untuk penggunaan di resi pengiriman. Karena sifatnya yang sensitif terhadap panas, label ini mudah bereaksi terhadap suhu lingkungan. Jika terkena sinar matahari langsung, gesekan keras, atau uap panas, tulisan pada label akan memudar. Biasanya bertahan 6 sampai 12 bulan dalam kondisi penyimpanan ideal.
Sementara label semicoated memiliki ketahanan yang lebih baik. Hal ini karena menggunakan tinta ribbon, hasilnya tidak akan memudar meskipun terkena sinar matahari atau disimpan dalam waktu lama (bisa bertahan bertahun-tahun). Namun ia mudah sobek jika terkena air.
2. Efisiensi Biaya
Labeh thermal jauh lebih murah karena tidak memerlukan ribbon dalam proses mencetaknya. Anda hanya perlu membeli roll label. Namun harga per roll thermal label biasanya sedikit lebih mahal dibandingkan kertas semicoated. Tetapi jika dihitung secara keseluruhan, jenis label ini jauh lebih murah.
sementara itu label semicoated memerlukan biaya operasional yang sangat tinggi setiap kali mencetak label. Karena Anda juga harus membeli ribbon untuk mencetaknya. Anda harus menganggarkan biaya untuk dua jenis konsumsi ini.
3. Kemudahan Operasional
Thermal label sangat praktis karena Anda hanya perlu memasukkan kertas ke dalam printer dan bisa langsung mencetak. Label ini sangat cocok untuk lingkungan kerja yang sibuk dan membutuhkan kecepatan tinggi seperti online shop.
Label semicoated sedikit lebih rumit dalam proses mencetaknya karena harus memasang ribbon dengan benar. Jika pemasangan ribbon tidak pas, hasil cetak bisa berkerut atau tidak terbaca sama sekali. Tentu hal ini akan memakan waktu dan tidak cocok untuk kebutuhan kerja yang cepat.
4. Hasil Cetak Label Thermal dan Semicoated
Label thermal memiliki hasil cetak yang sangat jelas untuk kebutuhan barcode pada resi pengiriman. Namun seiring pemakaian print head, ketajamannya bisa menurun jika tidak membersihkan printer secara rutin.
Sedangkan label semicoated bisa memberikan hasil cetak yang sangat tajam dengan kontras tinggi. Ini sangat penting untuk barcode berukuran kecil atau QR code yang membutuhkan presisi tinggi saat dipindai oleh scanner.
5. Kagunaan Label Thermal dan Semicoated
Label thermal sangat cocok untuk penggunaan resi pengiriman pada paket. Dalam bidang retail biasanya untuk stiker timbangan buah/sayur atau label antrean yang langsung dibuang setelah digunakan. Selain itu juga penggunaan di gudang untuk label palet sementara untuk perpindahan barang antar departemen.
Sementara itu penggunaan label semicoated adalah untuk label alamat pada pengiriman internasional atau kargo laut. Dalam bidang retail untuk label harga produk yang dipajang di rak dalam waktu lama. Label rak inventaris di gudang barang juga menggunakan jenis ini. Selain itu juga label pada kemasan produk kering dengan masa kedaluwarsa tahunan.
Rekomendasi Label Resi Pengiriman

Bagi Anda yang memiliki bisnis online shop, untuk pembuatan resi pengiriman paket bisa menggunakan thermal label J-Plus. Produk J-Plus ini sudah terbukti kualitasnya dan sudah digunakan oleh banyak pemilik bisnis. Thermal label J-Plus memiliki hasil cetak yang sangat jelas dan tajam sehingga sangat cocok untuk mencetak resi pengiriman. Dapatkan label resi pengiriman berkualitas hanya di official store J-Plus.

