Pemilihan jenis kertas struk sangat memengaruhi efisiensi kerja dan kualitas transaksi bisnis. Ada dua jenis kertas struk yang menjadi andalan yaitu kertas NCR dan kertas thermal. Banyak pemilih usaha masih bertanya-tanya struk NCR vs kertas thermal mana yang lebih praktis.
Kedua jenis kertas ini memiliki karakteristik yang sangat kontras, mulai dari cara kerja hingga daya tahan cetaknya. Memahami perbedaan antara struk NCR vs kertas thermal sangat penting untuk menentukan efisiensi biaya jangka panjang.
Dalam dunia kasir, kertas thermal dan kertas NCR hanya bisa menggunakan printer tertentu. Misalnya, kertas thermal yang metode cetaknya menggunakan print head sedangkan kertas NCR menggunakan printer dot matrix.
Prinsip Kerja Struk NCR vs Kertas Thermal

Kertas NCR (No Carbon Required) ialah kertas yang memiliki lapisan bahan kimia khusus. Lapisan tersebut memungkinkan transfer tinta tanpa memerlukan kertas karbon tambahan. Apabila terdapat tekanan di atas kertasnya, kapsul mikro pada lapisan NCR pecah dan tinta di dalamnya akan berpindah ke kertas di bawahnya. Baca selengkapnya di artikel Apa itu Kertas NCR? Simak Penjelasan Berikut.
Sementara kertas thermal ialah kertas yang memiliki lapisan kimia peka panas. Ketika menerima panas dari print head printer thermal, bahan kimia ini akan berubah warna menjadi hitam yang akan menghasilkan tulisan dan juga gambar. Baca selengkapnya di artikel Apa itu Kertas Thermal? Yuk Kenalan dengan Kertas Ajaib Ini.
Kelebihan dan Kekurangan Struk NCR vs Kertas Thermal
1. Kertas Struk Thermal
Kelebihan utama dari kertas thermal yaitu tanpa tinta atau pita. Dengan menggunakan kertas thermal akan lebih hemat karena dalam proses cetaknya tidak memerlukan tinta atau pita printer melainkan melalui panas dari print head.
Proses cetak kertas thermal juga lebih cepat karena tidak memerlukan banyak langkah atau komponen khusus. Bagi Anda yang mengutamakan kecepatan maka menggunakan teknologi thermal bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain itu hasil cetak struk juga lebih tajam dan jelas sehingga mudah dibaca.
Namun, kertas ini tidak tahan terhadap panas atau paparan cahaya secara langsung karena bisa membuat tulisannya pudar. Kekurangan lainnya dari kertas thermal yaitu tidak bisa mencetak berwarna. Kertas struk jenis ini hanya dapat mencetak dalam satu warna saja yaitu warna hitam.
Selain itu, hasil cetakan dari kertas thermal juga tidak bisa bertahan lama. Jika ingin menyimpan struk transaksi dalam jangka waktu yang lama, kertas thermal bukanlah pilihan yang tepat karena hasil cetaknya akan memudar seiring berjalannya waktu.

2. Kertas Struk NCR
Kelebihan utama dari kertas struk NCR yaitu dapat mencetak dokumen rangkap dalam sekali cetak (biasanya rangkap 2-4) tanpa harus menggunakan kertas karbon tambahan. Kertas ini juga memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap paparan panas dan cahaya dibandingkan dengan kertas thermal.
Kertas NCR juga memungkinkan untuk mencetak transaksi secara manual tanpa harus menggunakan printer khusus. Hasil cetakan dari kertas ini juga lebih awet dan tahan lama. Sehingga banyak digunakan bagi mereka yang perlu menyimpan salinan setiap transaksi.
Namun, kertas ini memerlukan tekanan yang lebih kuat apabila menulis transaksi secara manual. Harga kertas ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan kertas thermal karena terdapat beberapa lapisan. Selain itu, kertas ini juga masih memerlukan tinta untuk mencetaknya.
Karena terdapat beberapa lapisan dalam setiap gulungannya, kertas ini memiliki ketebalan dan berat yang lebih tinggi daripada kertas struk thermal. Untuk mendapatkan hasil cetakan yang bagus, selain memilih kertas berkualitas juga harus menggunakan printer yang bagus pula.
Mana Pilihan yang Lebih Praktis
Setelah mengetahui perbandingan kelebihan dan kekurangan antara keduanya, pilihan paling praktis antara struk NCR vs kertas thermal sangat bergantung pada model bisnis. Apabila bisnis memprioritaskan kecepatan, kesunyian, dan biaya operasional rendah, kertas thermal akan menjadi pilihan yang sangat tepat. Kertas ini sangat modern dan lebih efisien dalam penggunaan untuk kebutuhan struk.
Semantara itu, apabila bisnis lebih memprioritaskan arsip fisik yang instan, ketahanan tulisan, dan bukti legalitas bisa menggunakan struk kertas NCR. Jenis kertas ini memungkinkan mencetak dokumen beserta salinannya dalam waktu yang singkat sehingga lebih efisien.
Kepraktisan ini bukan hanya tentang cara mencetaknya tetapi bagaimana struk tersebut dapat melayani fungsi administrasi dengan baik. Kedua memiliki spesifikasi yang berbeda, jadi pastikan juga untuk memilih printer yang cocok untuk mencetak kertas tersebut.

Panduan Penggunaan
Kertas thermal sangat cocok untuk kebutuhan struk dalam bisnis ritel, f&b (seperti restoran, cafe, coffee shop, dan lainnya), struk parkir, tiket antrean, bidang fashion, dan juga struk untuk berbagai UMKM.
Sementara kertas NCR sangat cocok untuk struk dalam bidang bisnis yang membutuhkan arsip dan legalitas seperti bengkel, service center, dan perusahaan lainnya yang membutuhkan pencetakan nota rangkap sebagai arsip atau bukti transaksi.

