Home / Blog / Strategi Mengelola Dokumen Fisik di Era Digital

Strategi Mengelola Dokumen Fisik di Era Digital

Di era digital, dokumen fisik masih memegang peranan krusial, terutama yang berkaitan dengan aspek legalitas, kontrak kerja, dan sertifikat aset yang membutuhkan tanda tangan basah. Oleh karena butuh strategi yang paling efisien untuk mengelola dokumen fisik agar tetap terjaga keamanannya dan mudah untuk mengakses kembali.

Kurangnya tata kelola arsip yang baik sering kali menjadi kekacauan di lingkungan kantor maupun bisnis skala kecil. Tanpa adanya strategi untuk mengelola dokumen fisik yang jelas, risiko kehilangan data akibat kerusakan lingkungan atau kelalaian bisa meningkat secara signifikan.

Dalam artikel ini akan memberikan berbagai strategi paling praktis dan efisien untuk mengelola dokumen fisik di era digital.Termasuk bagaimana integrasi antara metode tradisional dengan teknologi digital untuk menciptakan sistem kerja yang jauh lebih produktif.

Mengapa Dokumen Fisik Tetap Penting?

Strategi Mengelola Dokumen Fisik di Era Digital

Kita harus memahami mengapa kita tidak bisa membuang semua kertas begitu saja. Dokumen asli dengan tanda tangan basah dan meterai masih dianggap sebagai bukti hukum terkuat di pengadilan. Dari sisi keamanan digital, dokumen fisik tidak akan bisa diretas secara remote.

Jika terjadi kegagalan server total, arsip fisik bertindak sebagai backup terakhir yang sangat berharga. Selain itu, masih banyak orang merasa lebih fokus saat membaca dokumen panjang di atas kertas daripada menatap layar komputer yang melelahkan mata.

Strategi Mengelola Dokumen Fisik

Berikut ini berbagai strategi yang paling praktis untuk mengelola dokumen fisik di era yang serba digital seperti saat ini.

Strategi Mengelola Dokumen Fisik di Era Digital

1. Memilih Alat yang Tepat

Strategi pertama yaitu memperhatikan penggunaan alat-alat yang dapat mendukung kerapian dokumen. Agar berkas-berkas penting dapat tersusun dengan baik bisa menggunakan alat seperti penjepit kertas, folder, amplop, binder, dan stiker. Penggunaan amplop, terutama amplop putih bisa memberikan sistem arsip yang lebih rapi.

Menggunakan amplop putih yang seragam di dalam kotak arsip memberikan kesan rapi. Mata bisa dengan mudah memindai tumpukan yang seragam daripada tumpukan kertas dengan ukuran yang berbeda-beda. Permukaan amplop yang bersih akan memudahkan penulisan catatan singkat di bagian depan menggunakan pulpen atau spidol.

Tak hanya itu, gunakan lemari khusus, seperti rak atau laci sesuai kebutuhan. Manfaatkan lemari besar untuk menyimpan dokumen lama di ruangan terpisah. Sedangkan dokumen baru bisa disimpan dalam lemari kecil yang ditempatkan di area kerja supaya aksesnya lebih mudah.

2. Mengelompokkan Dokumen Secara Sistematis

Strategi berikutnya yaitu mengelompokkan dokumen secara sistematis. Pisahkan dokumen ke dalam kategori yang relevan, misalnya berdasarkan jenis dokumen atau tanggal dokumen tersebut dibuat. Ini akan memudahkan ketika ingin mengaksesnya kapan saja.

Jika ingin memperjelas pengelompokan dokumen fisik bisa menggunakan label dengan menyertakan jenis, tanggal, bulan, dan tahun. Selain itu bisa menggunakan juga folder atau map atau binder dengan warna yang berbeda untuk setiap jenis kelompok dokumen. Hal ini bertujuan agar dokumen mudah dikenali dan dicari.

3. Menggunakan Sistem Manajemen Dokumen

Mengelola dokumen perusahaan dalam jumlah besar bukanlah hal yang mudah. Hal ini memerlukan ketelitian dan keterampilan dari staf yang bertugas mengelola arsip dokumen tersebut. Jika staf tidak memiliki keahlian di bidang itu bisa terjadi risiko kerusakan atau kehilangan dokumen jika tercampur dengan hal lain.

Jika dokumen fisik telah teratur dengan rapi bisa menambahkan pengelolaan dokumen secara digital. Ini akan lebih mudah menemukan data-data dalam dokumen lama. Dengan penggunaan Document Management System (DMS) dapat mempermudah pengelolaan dokumen secara digital (softcopy) secara lebih efisien dan teratur.

4. Pilih Tempat Penyimpanan yang Aman

Dokumen fisik rentan terhadap kerusakan lingkungan. Jika Anda menyimpan dokumen penting harus memperhatikan berbagai faktor seperti kelembapan, cahaya, hingga keamanan dari api. Ruangan yang lembap akan menumbuhkan jamur pada kertas. Oleh karena itu gunakan silica gel di dalam lemari arsip.

Sinar matahari langsung dapat memudarkan tinta dan merusak struktur kertas (membuatnya rapuh). pastikan ruang arsip tidak terpapar cahaya matahari langsung. Selain itu, untuk dokumen yang benar-benar tidak boleh hilang, sebaiknya gunakan brankas yang tahan terhadap api.

5. Menetapkan Jadwal Pemeliharaan Berkala

Dokumen lama dari tahun-tahun sebelumnya mungkin telah tersimpan dengan rapi di ruangan khusus. Tetapi seiring kali masih berantakan karena adanya penambahan dan perubahan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjadwalkan pemeliharaan dokumen secara berkala.

Manajemen dokumen ini bukan hanya soal cara menyimpan, tapi juga cara membuang. Tanpa kebijakan pemusnahan yang jelas, ruang arsip akan penuh dengan kertas yang sudah tidak berguna lagi. Setelah masa simpan dokumen berakhir, lakukan pemusnahan secara rutin.

Amplop untuk Arsip Dokumen Fisik

Strategi Mengelola Dokumen Fisik di Era Digital

Dalam manajemen arsip modern, amplop bukan sekadar alat untuk mengirim surat. Ia juga menjadi bagian penting dalam pengorganisasisan dokumen yang sangat efektif. Gunakan amplop tebal yang berkualitas tinggi untuk arsip dokumen penting. Amplop yang berkualitas tinggi bisa memastikan keamanan dokumen jangka panjang.

Gunakan amplop putih J-Plus No. 90 untuk menyimpan dokumen penting. Dengan ukuran yang panjang (110 x 230 mm) amplop ini sangat cocok untuk menyimpan dokumen penting perusahaan yang tidak perlu banyak melipat dokumen. Sehingga bisa memastikan dokumen tetap rapi dan terbaca dalam jangka waktu lama.

PT. Jaya Mas Mandiri Plus

Address

PT. Jaya Mas Mandiri Plus